Walaupun saya anak ke dua, saya sangat mandiri. Waktu SD saya senang berjualan di dalam kelas. Semacam buah – buahan sesuai musim nya, dan pada saat itu lagi musim jambu dan saya pergi membeli jambu yang dekat dari sekolah., kemudian saya menjualnya kembali.
Saya sempat juga menjualkan jajanan guru di sekolah misalkan iceream gorio – rio. pada saat itu, iceream ini sangat laris. Saya tidak malu pada saat itu sebab saya memang sangat membutuhkan uang jajan. Kira – kira pada saat itu uang jajan saya Rp. 2000. Tapi saya sangat bersyukur. Uang 2000 itu sudah banyak menrut saya.ini sekitara tahun 2008, jadi Bahan – bahan masi murah meriah hehehehe. Bayangkan saja, nasi seharga Rp. 1000 rupiah itu sudah lengkap lauknya ada mie, telur ikan. Yahhh boleh di kata nasi campur lah ahahaha.
Tidak sampai disitu ada teman – teman saya juga menjajakan jajanan nya dari rumah. Pokoknya waktu SD itu tujuan ada dua yaitu, mencari ilmu dan mencari rezeki. Jadi kalaw sementara lagi belajar ada saja teman yang memesan jajanan tersbut. Jadi mau tidak mau kami harus layani ( jangan di tiru yah ).
Selama kelas IV saya rajin berjualan. Sampai di mana iceream yang saya jual di telan waktu, ( tidak laku ) lagi. Dan akhirnya saya pun berhenti berjualan. Bayangkan pada saat itu saya memiliki pasangan atau bisa di sebut pacarlah. Emang waktu SD saya cukup populer hahahaha. Tapi di posisi saya satat itu kan lagi menjual, biasanya orang kalau lagi berdagang ada rasa gengsi nya, nah saya pada sat itu tidak ada sama sekali rasa gengsi apa lagi rasa malu. Saya fine – fine saja.
Yah, dari kecil saya sudah merasakan betapa sulit nya mencari uang ketimbang cari pacar. Kita harus bekerja keras tahan malu dan lain – lain. banyak orang yang bilang, “ ngapain malu, kan bukan mencuri” ya iyah, orang yang kaya begini yang belum rasa bagai mana berdagang di usia muda.
Saya sempat juga menjualkan jajanan guru di sekolah misalkan iceream gorio – rio. pada saat itu, iceream ini sangat laris. Saya tidak malu pada saat itu sebab saya memang sangat membutuhkan uang jajan. Kira – kira pada saat itu uang jajan saya Rp. 2000. Tapi saya sangat bersyukur. Uang 2000 itu sudah banyak menrut saya.ini sekitara tahun 2008, jadi Bahan – bahan masi murah meriah hehehehe. Bayangkan saja, nasi seharga Rp. 1000 rupiah itu sudah lengkap lauknya ada mie, telur ikan. Yahhh boleh di kata nasi campur lah ahahaha.
Tidak sampai disitu ada teman – teman saya juga menjajakan jajanan nya dari rumah. Pokoknya waktu SD itu tujuan ada dua yaitu, mencari ilmu dan mencari rezeki. Jadi kalaw sementara lagi belajar ada saja teman yang memesan jajanan tersbut. Jadi mau tidak mau kami harus layani ( jangan di tiru yah ).
Selama kelas IV saya rajin berjualan. Sampai di mana iceream yang saya jual di telan waktu, ( tidak laku ) lagi. Dan akhirnya saya pun berhenti berjualan. Bayangkan pada saat itu saya memiliki pasangan atau bisa di sebut pacarlah. Emang waktu SD saya cukup populer hahahaha. Tapi di posisi saya satat itu kan lagi menjual, biasanya orang kalau lagi berdagang ada rasa gengsi nya, nah saya pada sat itu tidak ada sama sekali rasa gengsi apa lagi rasa malu. Saya fine – fine saja.
Yah, dari kecil saya sudah merasakan betapa sulit nya mencari uang ketimbang cari pacar. Kita harus bekerja keras tahan malu dan lain – lain. banyak orang yang bilang, “ ngapain malu, kan bukan mencuri” ya iyah, orang yang kaya begini yang belum rasa bagai mana berdagang di usia muda.
Pepatah pernah bilang, HIDUP INI KERAS, TIDAK KERJA TIDAK MAKAN .
banyak kisah - kisah atau tokoh yang sangat mengnspirasi bagi kita. baca
Comments